Minggu, 29 Juni 2025

Profit dan Impact

Haii..Bertemu lagi dengan aku,kali ini aku akan membahas tentang Profit dan Impact.Yuk simak penjelasan dari aku!


1.Apakah Impact itu penting bagi perusahaan?

Tentu saja penting.Impact dalam konteks perusahaan bukan hanya soal keuntungan semata,tapi juga menyangkut bagaimana perusahaan memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitar,masyarakat,dan pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Kenapa ini penting?

1.Membangun citra yang baik
Perusahaan yang baik peduli terhadap dampak sosial atau lingkungan umumnya lebih dipercaya.Citra baik ini bisa membuat konsumen dan mitra bisnis lebih loyal.

2.Menarik karyawan yang berkualitas
Banyak anak muda zaman sekarang nggak cuma cari gaji tinggi.Mereka juga ingin bekerja ditempat yang punya misi jelas dan berdampak.

3.Menumbuhkan loyalitas konsumen
Konsumen juga makin selektif.Mereka lebih senang mendukung brand yang punya nilai dan kontribusi nyata misalnya peduli lingkungan,mendukung UMKM lokal,atau punya program sosial.

Kesimpulannya :
Dampaknya itu bukan sekedar bonus,tapi bagian penting dari strategi perusahaan dizaman sekarang.Bisnis yang baik bukan hanya menghasilkan uang,tapi juga membwa manfaat bagi banyak pihak.



2.Apakah sebuah perusahaan bisa menyeimbangkan profit dan impact? 

Tentu bisa.Bahkan sekarang ini,banyak perusahaan yang tidak hanya fokus pada keuntungan semata,tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.Konsep ini dikenal dengan sebutan Profit with Purpose atau bisnis berkelanjutan.

Mengapa Profit dan dampak bisa sejalan?

a.)Kesadaran konsumen yang semakin tinggi
Saat ini,Konsumen semakin memperhatikan nilai-nilai sosial dan lingkungan dalam setiap produk atau layanan yang mereka gunakan.Mereka cenderung memilih merk yang bertanggung jawab dan peduli,sehingga perusahaan yang memberikan dampak positif akan lebih dilirik dan dipercaya.

b.)Menjadi pembeda dan nilai tambah
Ditengah persaingan bisnis yang ketat,perusahaan yang mengedepankan tanggung jawab sosial atau lingkungan punya keunggulan tersendiri.

c.)Efisiensi dan penghematan
Banyak pratik berkelanjutan yang ternyata juga berdampak pada efisiensi.Misalnya,penggunaan energi terbarukan atau daur ulang limbah bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi operasional.


Contoh Perusahaan yang berhasil menyeimbangkan keduanya

A.) Unilever(Global)
Perusahaan ini menjalankan program berkelanjutan dalam operasionalnya,mulai dari pengurangan emisi,penggunaan kemasan ramah lingkungan,hingga pemberdayaan petani kecil.Produk-produknya seperti Lifebuoy dan dove tetap laris dan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.

Penutup

Pada akhirnya, mengejar keuntungan tidak berarti harus mengorbankan nilai-nilai sosial dan lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan justru bisa tumbuh lebih kuat ketika mampu memberikan dampak positif sekaligus tetap menghasilkan keuntungan. Ini bukan hanya soal tanggung jawab moral, tetapi juga bagian dari strategi bisnis yang relevan di masa depan.


http://marsudi.id/https://stiami.ac.id/

Selasa, 17 Juni 2025

Inbound Marketing Dan Outbound Marketing

Halo Guys... bertemu lagi dengan aku,kali ini aku akan membahas tentang Apa sih.. Definisi Inbound Marketing Dan Outbound marketing dan apa perbedaan Inbound dan Outbound Marketing beserta Contoh-contohnya.Okeee aku akan menjelaskan jadi simak baik-baik yaaa...



>Definisi

1.Inbound Marketing

Strategi pemasaran yang berfokus menarik perhatian pelanggan dengan cara alami seperti blog,SEO(Search engine optimization) media sosial dan email marketing.Strategi ini membuat calon pelanggan datang sendiri karena merasa membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan,biasa melalui media digital yang aku sebutin diatas.


2.Outbound Marketing 

Outbound Marketing sendiri lebih berfokus pada inisiatif proaktif,Strategi ini cenderung satu arah dan bersifat menggangu aktivitas calon pelanggan karena strategi ini menjangkau calon pelanggan menggunakan cara-cara langsung seperti iklan TV,radio,brosur,telemarketing,atau promosi offline lainnya.



>Perbedaan Inbound Marketing dan Outbound Marketing

Perbedaan antara Inbound dan Outbound Marketing terletak pada pendekatan,target audiens,interaksi,media yang digunakan,dan hasil yang dicapai.

Inbound Marketing

  1. Penarikan pelanggan :Inbound marketing berfokus pada penarikan pelanggan melalui konten yang bermanfaat dan relevan.ini berarti pelanggan datang kepada bisnis secara sukarela karena mereka tertarik dengan informasi atau nilai yang ditawarkan.
  2. Konten Berpusat :Ini adalah pendekatan yang berpusat pada konten,dimana bisnis menciptakan berbagai jenis konten seperti blog,artikel,video,dan infografik untuk menyediakan informasi yang berharga kepada pelanggan potensial.
  3. SEO penting :SEO (Search engine optimization)adalah elemen penting dalam inbound marketing.Bisnis berusaha untuk meningkatkan peringkat mereka dimesin pencari agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan saat mencari informasi terkait.
  4. Pemasaran Sosial :inbound marketing menggunakan media sosial sebagai saluran penting untuk berinteraksi dengan audiens dan membagikan konten yang dapat menarik perhatian.
  5. Pendekatan Perizinan :Dalam inbound marketing,pelanggan biasanya memberikan izin untuk menerima konten atau informasi lebih lanjut sehingga lebih mempertimbangkan pesan-pesanyang diterima.

Outbound Marketing 

  1. Pengiriman pesan aktif :Outbound Marketing melibatkan pengiriman pesan pemasaran secara aktif kepada pelanggan potensial tanpa perlu persetujuan mereka terlebih dahulu.
  2. Promosi Langsung :Ini mencakup metode promosi langsung seperti iklan TV,radio,iklan,cetak,dan pemasaran email yang mengarahkan pesan kepada audiens secara langsung.
  3. Kurang Kontrol Pelanggan :Dalam outbound marketing,bisnis memiliki sedikit kendali atas bagaimana dan kapan pesan mereka akan diterima oleh pelanggan,yang dapat menjadi kurang efektif karena pelanggan dapat mengabaikan pesan-pesan tersebut.
  4. Biaya lebih tinggi :Metode outboud marketing seperti iklan TV atau radio cenderung lebih mahal dibandingkan dengan beberapa strategi inbound marketing.
  5. Kurangnya interaksi :Interaksi langsung dengan pelanggan sering kali terbatas dalam outbound marketing karena pesan-pesan pemasaran dikirimkan tanpa adanya kesempatan untuk pertukaran informasi secara langsung.

>Contoh Inbound Marketing dan Outbound Marketing 

Contoh Inbound Marketing:

  • Menulis artikel blog yang membahas solusi atas masalah pelanggan
  • Membuat video tutorial di YouTube tentang penggunaan produk
  • Mengoptimasi website dengan SEO agar mudah ditemukan di google
  • Mengirimkan email newsletter berisi tips dan penawaran khusus kepada pelanggan yang sudah subscribe
  • Membagikan infografis informatif dimedia sosial

Contoh Outbound Marketing:

  • Menayangkan iklan produk ditelevisi atau radio
  • Membagikan brosur atau selebaran ditempat umum
  • Melakukan panggilan telepon penawaran produk kedaftar calon pelanggan (cold calling)
  • Memasang iklan billboard dijalan 
  • Mengirimkan email promosi kedaftar email yang dibeli (bukan subscriber)


Inbound Marketing cenderung lebih membangun hubungan jangka panjang dan loyalitas,sedangkan outbound marketing lebih cepat dalam menjangkau banyak orang namun seringdianggap mengganggu dan biayanya lebih tinggi. Sebenarnya,tidak ada pendekatan yang benar atau salah antara inbound dan outbound marketing,semuanya tergantung pada tujuan bisnis anda,pasar target,dan sumber daya yang anda miliki.kuncinya adalah fleksibilitas dan adaptabilitas.

Terlepas dari pendekatan yang anda pilih,satu hal yang pasti adalah pentingnya terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan pelanggan.


https://marsudi.id/

https://stiami.ac.id/

Senin, 26 Mei 2025

Business Model dan Revenue model apakah sama atau beda?

Pernah ga sih kalian bingung bedain antara Business Model dan Revenue Model? Kedengarannya mirip,tapi sebenernya beda,lho! Dua istilah ini sering banget muncul kalau kita ngomongin startup atau bisnis digital.

Diblog kali ini,aku bakal jelasin perbedaannya dengan contoh nyata dari Spotify.


Business Model dan Revenue model apakah  sama atau beda?jawabannya adalah Beda ya!

Business model adalah gambaran besar bagaimana sebuah bisnis beropreasi dan memberikan nilai,sedangkan Revenue model adalah bagian dari business model yang menjelaskan cara bisnis menghasilkan pendapatan.

  • Business Model 
Business Model menggambarkan cara keseluruhan suatu bisnis menciptakan,menyampaikan,dan menangkap nilai.Ini mencakup elemen-elemen seperti siapa pelanggan target,apa proposisi nilai (Value Proposition)-nya,bagaimana produk atau layanan disampaikan ,hubungan dengan pelanggan,aktivitas kunci,mitra kunci,struktur biaya,dan termasuk juga bagaimana bisnis menghasilkan uang.

  • Contoh
Saya akan mengambil contoh dari Spotify

Spotify menawarkan layanan streaming musik digital kepada pengguna.Model bisnisnya melibatkan dua jenis pelanggan utama:pengguna gratis dan pengguna premium.Spotify bermitra dengan label musik dan seniman,serta menggunakan teknologi untuk memberikan rekomendasi musik personal kepada pengguna.Nilai yang ditawarkan adalah akses mudah dan legal kejutaan lagu,kapan pun dan dimana pun.





  • Revenue Model 
Revenue Model adalah bagian dari Business Model,yang secara spesifik menjelaskan bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan (Uang).Ini fokus pada Sumber pendapatan dan Cara pembayaran oleh pelanggan,misalnya melalui penjualan langsung,langganan,iklan,lisensi,komisi,dll.


  • Contoh 
Spotify menggunakan dua jenis Revenue Model :
  • Langganan (Subscription) :Pengguna membayar biaya bulanan untuk layanan premium.
  • Iklan (Advertising)             :Spotify menayangkan iklan kepada pengguna gratis dan mendapatkan pendaptan dari pengiklanan.

Kesimpulan :
Business Model dan Revenue Model bukan istilah yang sama.Revenue Model adalah bagian dari Business Model yang berperan penting dalam menjelaskan sumber pendapatan bisnis.Memahami perbedaan ini penting agar kita bisa merancang startegi bisnis yang menyeluruh dan berkelanjutan.






Selasa, 15 Oktober 2024

Kelebihan dan Kekurangan Marketplace,Media sosial dan Website sendiri.

  Haloo guyss👋👋 ketemu lagii dengann akuu,kalian udah ga sabar kann nungguin info penting dari aku kira-kira info apa nihh yang mau aku bawain buat kalian.Kali ini aku akan Membahas tentang perbandingan keuntungan dan kelemahan dari masing-masing E-Commerce diplatform Marketplace vs Media sosial vs Website sendiri.Pasti kalian belum tauu kann?mari kita simak penjelasannyaaa.


A.Marketplace.

Marketplace ituu bisa kita ibaratkan pasar tradisional,tapi dalam versi digital.contohnya adalah tokopedia dan shopee.

B.Media sosial.

E-Commerce media sosial sama seperti marketplace tapi media sosial ini jual barangnya lebih diplatformnya sendiri.contohnya adalah facebook marketplace.

C.Website sendiri.

platform online untuk menjual produk yang dibuat sendiri atau kita bangun dan kita punya kendali penuh atas platform yang kita bikin.


KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN DARI MARKETPLACE,MEDIA SOSIAL DAN WEBSITE SENDIRI ADALAH :

a.Marketplace

KEUNTUNGAN

  • Jangkauan pasar luas                                                                                                                           yang seperti kita tahu bahwa zaman sekarang semua orang pasti memiliki handphone dan media sosial jadi potensi pelanggan sangat besar
  • Proses transaksi mudah
     zaman sekarang kita transaksi sudah menggunakan transfer bank,e-wallet,atau layanan pembayaran lainnya.jadi proses transaksi sangat mudah dan cepat.
  • Waktu pelayanan
     Layanan tersedia 24 jam (24/7)                                                                                                         
  • Promosi terintegrasi
    Banyak menyediakan prromosi menarik                                                                                                                                              
KELEMAHAN
  • Persaingan tinggi
    karena banyak orang menggunakan marketplace
  • Pemeriksaan fisik                                                                                                                                Tidak memperbolehkan inspeksi fisik barang atau kita mengharuskan melihat review barang tersebut.
  • Tipuan
    Resiko penipuan sangat tinggi.
b.Media sosial

KEUNTUNGAN

  • Biaya promosi rendah
    kita cukup mengandalkan media sosial yang kita punya
  • Interaksi langsung
    kita bisa bertanya-tanya tentang barang atau harga melalui fitur pesan atau komentar
  • Jangkauan personal.
KELEMAHAN
  • Persaingan konten tinggi
  • Transaksi kurang efisien
  • Algoritma berubah-ubah
c.Website sendiri

KEUNTUNGAN
  • Mengontrol penuh
    kita bebas menentukan produk,harga dan strategi pemasaran
  • Margin keuntungan lebih tinggi
    kita tidak perlu berbagi keuntungan dengan marketplace atau pihak ketiga
  • Kustomisasi penuh 
    kita bisa mendesain website sesuai yang kita mau
  • Data pelanggan
    kita memiliki data pelanggan secara langsung dan kita bisa memanfaatkan utuk analisis pemasaran yang lebih efektif
KELEMAHAN
  • Biaya yang tinggi
  • Proses yang lama
  • Pemasaran yang lebih kompleks
Mana yang lebih baik antara Marketplace,media sosial dan website sendiri?

Menurut aku sih tergantung ya tergantung situasi dan kondisi kita kalo kita baru mulai jualan dan modal terbatas ,media sosial pilihan yang bagus.Kalau kita udah serius dan pengen banget punya bisnis yang lebih besar bikin website sendiri lebih baik apalagi buat investasi,kalau mau yang langsung jualan sambil nge-trend kita juga bisa make media sosial tapi ya itu tadi,algoritmanya suka berubah-ubah.
Intinya,ga ada yang mana lebih baik sih.Semuanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Yang penting ,kita harus pintar-pintar cari strategi yang paling cocok buat bisnis kita.Misalnya,bisa aja kita mulai dari media sosial dulu banyakin konten dan followers kalo udah mulai besar baru kita bikin website sendiri.atau,kita bisa gabungin semua platform supaya jangkauan pasar lebih luas.

Oke segituu dulu yaa dari akuu nantikan info-info penting lainnya dari akuuu.
see youuuu👋👋

Institute stiami
















Rabu, 09 Oktober 2024

E-Commerce dan E-Business

hallo guyss.....

Kalian pernah denger E-commerce dan E-business ga,pasti ga asing kan ditelinga kalian?Kalau belum aku akan jelasin dibawah ini.







          

  Apa itu E-Commerce?


  Dimana dalam satu website menyediakan atau dapat melakukan transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang dapat Menyediakan layanan "get and deliver".

  Adapun pendapatan mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-commerce mengacu pada internet untuk belanja online dan jangkauan lebih sempit.Dimana E-commerce adalah sub perangkat dari E-bisnis.Cara pembayarannya:Melalui transfer uang secara digital seperti melalui account paypal atau kartu credit,sedangkan E-bisnis mengacu pada internet tapi jangkauan lebih luas.

  Pada umumnya pengunjung Website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara online (24 jam) serta dapat melakukan correspondence dengan pihak penjual atau pemilik website yang dilakukan melalui email.

Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce sebagai berikut :

               a.presentasi electronis (pembuatan website)untuk produk dan layanan.

               b.pemesanan secara langsung dan tersediannya tagihan.

               c.secara otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening maupun nomor                    kartu kredit.

pembayaran diatas atau pembayaran secara online  dan penanganan transaksi.Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan sebagai berikut:

      a.Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.

      b.Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas,seperti biaya pos surat,pencetakan,report,dan sebagainya. 




Apa itu E-Business?


   E-Business adalah segala aktivitas bisnis yang dilakukan secara online atau melalui internet.ini mencakup lebih dari sekedar jual beli (e-commerce),tapi melalui seluruh aspek bisnis yang bisa dilakukan secara digital,seperti :
   *Pemasaran :iklan online,SEO,email marketing,dan media sosial.
   *Penjual ;transaksi online,pembayaran digital.
   *Pelayanan pelanggan :Live chat,email support.
   *Manajemen rantai pasok :Pemesanan,pengiriman,inventori.
 Intinya,E-business adalah penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis secara efisien dan efektif.
Contoh dari E-Business adalah :



  Gambar diatas adalah contoh dari E-Business :Shopee dan E-learning.


Apa perbedaan dari E-Commerce dan E-Business?





Perbedaan E-commerce dan E-business sebagai berikut :


E-commerce fokus pada transaksi jual beli secara online sedangkan E-business memiliki cakupan lebih luas seperti aktivitas E-business (Marketing,operasional,internal).

segitu dulu dari aku nantikan info-info yang lain yaa...

STIAMI INSTITUTE
































































































 


Profit dan Impact

Haii..Bertemu lagi dengan aku,kali ini aku akan membahas tentang Profit dan Impact. Yuk simak penjelasan dari aku! 1. Apakah Impact itu pent...